SENYAWA
AROMATIK
Benzena merupakan suatu anggota dari kelompok besar senyawa
aromatik, yakni senyawa yang cukup distabilkan oleh delokalisasi elektron-pi.
Energi resonansi suatu senyawa aromatik merupakan uluran diperolehnya
kestabilan.
Cara paling mudah untuk menentukan apakah suatu senyawa itu
aromatik ialah dengan menentukan posisi absorpsi dalam mspektrum nomor oleh
proton yang terikat pada atom-atom cincin. Proton yang terikat ke arah luar
cincin aromatik sangat kuat terperisai dan menyerap jauh ke bawah-medan
dibandingkan kebanyakan proton, biasanya lebih dari 7 ppm.
STRUKTUR BENZENA
Ikatan
rangkap pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. Ikatan
rangkap pada alkena dapat mengalami reaksi adisi, sedangkan ikatan rangkap pada
benzena tidak dapat diadisi, tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi.
Contoh:
Reaksi
adisi
: C2H4 + Cl2 --> C2H4Cl2
Reaksi
substitusi : C6H6
+ Cl2 --> C6H5Cl + HCl
Menurut
Friedrich August Kekule, keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik
membentuk segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. Ikatan
antaratom karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian
(terkonjugasi).
Analisis
sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom
karbon dalam benzena sama, yaitu 0,139 nm. Adapun panjang ikatan rangkap dua
C=C adalah 0,134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0,154 nm. Jadi,
ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua
dan ikatan tunggal. Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule.
Kekulé
menggambarkan struktur benzena dengan atom-atom karbon dihubungkan satu dengan
yang lain membentuk suatu cincin.
• August
Kekulé pada tahun 1865 : Struktur tersebut menggambarkan bahwa struktur benzena
tersusun 3 ikatan rangkap di dalam cincin 6 anggota.
• Ketiga
ikatan rangkap tersebut dapat bergeser dan kembali dengan cepat
sedemikian sehingga 2 bentuk yang mungkin tersebut tidak dapat dipisahkan.
SYARAT SENYAWA AROMATIK
1. Molekul harus siklik dan
datar .
2. memiliki orbital p yang
tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya delokalisasi elektron
pi).
3. memiliki orbital p yang
tegak lurus pada bidang cincin (memungkinkan terjadinya delokalisasi elektron
pi)
siklooktatetraena
tidak aromatik 8 elektron pi.
KESTABILAN
BENZENA
Berbeda
dengan senyawa-senyawa yang mengandung ikatan rangkap lainnya, benzena tidak
mudah mengalami reaksi adisi
|
Reagen
|
Sikloheksena
|
Benzena
|
|
KMnO4 encer
|
Terjadi oksidasi, cepat
|
Tidak bereaksi
|
|
Br2/CCl4 (dlm gelap)
|
Terjadi Adisi, cepat
|
Tidak bereaksi
|
|
HI
|
Terjadi Adisi, cepat
|
Tidak bereaksi
|
|
H2 + Ni
|
Terjadi hidrogenasi, 25oC,
20 lb/in.2
|
Terjadi hidrogenasi, lambat,
100-200oC, 1500 lb/in.2
|
— Kestabilan cincin benzena secara
kuantitatif dapat dilihat dari panas hidrogenasi dan pembakarannya.
— Panas hidrogenasi dan pembakaran benzena lebih
rendah dari pada harga perhitungan.
SIFAT FISIKA DAN KIMIA
Sifat Fisik:
·
Zat cair tidak berwarna
·
Memiliki bau yang khas
·
Mudah menguap
·
Benzena digunakan sebagai pelarut.
·
Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut
yang kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
·
Larut dalam berbagai pelarut organik.
·
Benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air.
·
Densitas : 0,88
Sifat Kimia:
- Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena)
- Merupakan senyawa nonpolar
- Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
- Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi.
Titik didih dan leleh lihat tabel
berikut:
|
No.
|
Nama
|
Titik
Leleh
|
Titik
Didih
|
|
1
|
BENZENA
|
5,5
|
80
|
|
2
|
TOLUENA
|
-
95
|
111
|
|
3
|
o-XILENA
|
-
25
|
144
|
|
4
|
m-XILENA
|
-
48
|
139
|
|
5
|
p-XILENA
|
13
|
138
|
CARA PEMBUATAN
1.
Memanaskan natrium benzoat kering dengan natrium hidroksida berlebih akan
menghasilkan benzena.
2.
Mereaksikan asam benzenasulfonat dengan uap air akan menghasilkan benzena.
3.
Mereduksi fenol dengan logam seng akan menghasilkan benzena.
4.
Mengalirkan gas asetilena ke dalam tabung yang panas dengan katalis Fe-Cr-Si
akan menghasilkan benzene.
KEGUNAAN
DAN DAMPAK BENZENA DALAM KEHIDUPAN
a.
Kegunaan
1.
Benzena digunakan sebagai pelarut.
2.
Benzena juga digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan obat, plastik, karet
buatan dan pewarna.
3.
Benzena digunakan untuk menaikkan angka oktana bensin.
4.
Benzena digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat. Selain itu benzena
juga digunakan sebagai bahan dasar membuat stirena (bahan membuat sejenis karet
sintetis) dan nilon–66.
5.
Asam Salisilat
Asam salisilat adalah nama lazim
dari asam o–hidroksibenzoat. Ester dari asam salisilat dengan asam asetat
digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.
6.
Asam Benzoat
Asam benzoat digunakan sebagai
pengawet pada berbagai makanan olahan.
7.
Anilina
Anilina merupakan bahan dasar untuk
pembuatan zat-zat warna diazo. Reaksi anilina dengan asam nitrit akan
menghasilkan garam diazonium, dan proses ini disebut diazotisasi.
8.
Toluena
Kegunaan toluena yang penting adalah
sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan zat peledak trinitrotoluena
(TNT)
9.
StirenaJika stirena mengalami polimerisasi akan terbentuk polistirena, suatu
jenis plastik yang banyak digunakan untuk membuat insulator listrik,
bonekaboneka, sol sepatu, serta piring dan cangkir.
10.
Benzaldehida
Benzaldehida digunakan sebagai zat
pengawet serta sebagai bahan baku pembuatan parfum karena memiliki bau yang
sedap.
11.
Natrium Benzoat
Seperti asam benzoat, natrium
benzoat juga digunakan sebagai bahan pengawet makanan dalam kaleng.
12.
Fenol
Fenol (fenil alkohol) dalam
kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama karbol atau lisol, dan
dipergunakan sebagai zat disinfektan (pembunuh bakteri) karena dapat
menyebabkan denaturasi protein.
Dampak
1.
Benzena sangat beracun dan menyebabkan kanker (karsinogenik).
2.
Benzena dapat menyebabkan kematian jika terhirup pada konsentrasi tinggi,
sedangkan pada konsentrasi rendah menyebabkan sakit kepala dan menaikkan detak
jantung.
Permasalahan
Mengapa
jika terhirup Benzena pada konsentrasi
tinggi dapat menyebabkan kematian dan jika terhirup pada konsentrasi rendah dapat menyebabkan
sakit kepala dan menaikkan detak jantung. Tolong jelaskan?