Ujian Akhir
Semester Kimia Organik 1
Nama : Samsiaromah
Nim : RRA1C112015
Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si
Jawaban diposting diblog dan diprint jawabannya diserahkan ke UNJA Pasar dengan staf administrasi paling lambat tanggal 8 Januari 2014.
1. Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian.
JAWAB:
Sifat
Fisik dan Sifat Kimia senyawa aromatic
Sifat Fisik:
- Zat cair tidak berwarna
- Memiliki bau yang khas
- Mudah menguap
- Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
- Titik Leleh : 5,5 derajat Celsius
- Titik didih : 80,1derajat Celsius
- Densitas : 0,88 .
- Senyawanya berupa senyawa lingkar/siklis
- Terjadi resonansi (pergerakan elektron di dalam molekul)
- Terjadi delokalisasi elektron pada struktur benzena
- Mempunyai aroma yang khas .
- Zat cair tidak berwarna
- Memiliki bau yang khas
- Mudah menguap
- Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana
- Titik Leleh : 5,5 derajat Celsius
- Titik didih : 80,1derajat Celsius
- Densitas : 0,88 .
- Senyawanya berupa senyawa lingkar/siklis
- Terjadi resonansi (pergerakan elektron di dalam molekul)
- Terjadi delokalisasi elektron pada struktur benzena
- Mempunyai aroma yang khas .
Sifat
Kimia:
- Bersifat kasinogenik (racun)
- Merupakan senyawa nonpolar
- Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
- Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi. (untuk mengetahui beberapa reaksi subtitusi pada benzene) walaupun sukar diadisi tapi benzena masih dapat diadisi dengan katalis yang tepat, misalnya:
• Adisi dengan hidrogen dengan katalis Ni/Pt halus
• Adisi dengan CL 2 atau BR 2 dibawah sinar matahari
Sukar dioksidasi dengan senyawa oksidator seperti KMnO4, K2Cr2O7, dll.
Reaksi pada benzene harus menggunakan katalis karena kestabilan molekul benzena.
- Bersifat kasinogenik (racun)
- Merupakan senyawa nonpolar
- Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga
- Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi. (untuk mengetahui beberapa reaksi subtitusi pada benzene) walaupun sukar diadisi tapi benzena masih dapat diadisi dengan katalis yang tepat, misalnya:
• Adisi dengan hidrogen dengan katalis Ni/Pt halus
• Adisi dengan CL 2 atau BR 2 dibawah sinar matahari
Sukar dioksidasi dengan senyawa oksidator seperti KMnO4, K2Cr2O7, dll.
Reaksi pada benzene harus menggunakan katalis karena kestabilan molekul benzena.
Senyawa
aromatik adalah
senyawa yang mengandung cincin benzena yang ikatannya stabil sehingga
tidak dapat di adisi , reaksi ikatan pada senyawa aromatik yang tidak
dapat diputus menyebabkan senyawa tersebut tidak dapat diadisi.
Pada senyawa
aromatik mudah di
reaksi dengan cara subtitusi , penyebabnya yaitu karena adanya reaksi resonansi
pada senyawa tersebut yang menyebabkan senyawa aromatik stabil ,
dari kestabilannya tersebut dapat dilihat bahwa senyawa aromatik tersebut
dapat memiliki nilai oktan yang tinggi.
Dan juga Senyawa aromatik mudah disubsitusi daripada diadisi karena
adanya delokalisasi awan elektron, berarti ikatan antara atom C lebih kuat
dibanding ikatan C-H. Jadi reaksi substitusi yang menyangkut pemutusan ikatan
C-H lebih mudah daripada reaksi adisi, karena ikatan C=C terkonyugasi.
Contoh dari senyawa turunan benzena sederhana
adalah fenol,
toluena,
anilina Pada kimia heterosilik, atom
karbon pada cincin benzena digantikan oleh elemen lainnya. Salah satu senyawa
turunan yang paling penting adalah cincin yang mengandung nitrogen.
2. Jelaskan dan buktikan
dengan data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik berpotensi sebagai
bahan bakar, bandingkan datanya dengan bahan bakar komersil.
Jawab:
Bahan bakar
berkualitas memberikan sifat anti ketukan. Salah satu metode pengukuran
kualitas bahan bakar adalah dengan angka oktana. Penentuan angka oktana di
Indonesia menggunakan mesin CFR. Mesin CFR di Indonesia memiliki kendala jumlah
unit terbatas dan usia tua. Penelitian ini menggunakan model kinetika pembakaran
untuk mencari data waktu tunda ignisi BBRU (bahan bakar rujukan utama) dan
bahan bakar komersial.
Angka oktana bahan
bakar komersial diketahui apabila waktu tunda ignisi bahan bakar tersebut sama
dengan waktu tunda ignisi BBRU yang memiliki persen volume iso-oktana tertentu.
Model menghasilkan angka oktana TOTAL 92,5, Shell 94,5, Premium 89, Petronas
90,5, Pertamax 91,5.
Pemanfaatan bahan bakar minyak di sektor
transportasi harus memperhatikan efisiensi dan masalah lingkungan. Spesifikasi World
Wide Fuel Charter (WWFC) yang disusun oleh asosiasi pabrik kendaraan
bermotor di dunia telah memberikan arah global harmonisasi spesifikasi BBM di
seluruh dunia, antara lain pembatasan kadar olefin, aromatik, dan benzena. Bahan
bakar jenis bensin 91 yang ramah lingkungan dapat diramu dari bensin dasar yang
berasal dari campuran komponen-komponen bensin eks kilang Pertamina (LOMC dan
HOMC) dalam perbandingan tertentu dengan menanbahkan senyawa pengungkit angka
oktana, Methyl Tertiary Butyl Ether sebanyak 8 % volume. Hasil
penelitian menunjukan bahwa bahan bakar bensin 91 yang ramah lingkungan yang di
hasilkan, mempunyai karakteristik fisika/kimia memenuhi spesifikasi bahan bakar
bensin jenis 91 dan spesifikasi bensin
91 Pertamina serta spesifikasi bensin WWFC kategori 2 khususnya untuk kadar senyawa
aromatik, olefin dan benzena.
3. Anda
telah memahami mengapa fenol lebih asam dari pada alkohol. Bandingkan pH fenol
dengan asam asetat, selanjutnya bagaimana caranya membuat fenol lebih
bersifat asam dari pada asam asetat(pH fenol lebih kecil dari pada pH asam
asetat). Berikan contohnya.
jawab:
fenol lebih bersifat asam di banding asam asetat karena Fenol memiliki kelarutan
terbatas dalam air,
yakni 8,3 gram/100 ml. Fenol memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia
dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion
tersebut menjadikan anion
fenoksida C6H5O− yang dapat dilarutkan
dalam air. sedangkan pada asam asetat dalam air merupakan
sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan
CH3COO-. fenol bersifat lebih asam. caranya
dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH, di mana fenol dapat melepaskan H+.
Pada keadaan yang sama, alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti
itu. Pelepasan ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan
oksigen dan sistem aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif melalui cincin
tersebut dan menstabilkan anionnya. Turunan senyawa fenol (fenolat) banyak
terjadi secara alami sebagai flavonoid alkaloid dan senyawa fenolat yang lain.
Contoh dari senyawa fenol adalah eugenol yang merupakan minyak pada cengkeh.
Asam asetat
adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa=4.8. Sebuah
larutan 1.0 M
asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cuka rumah) memiliki pH sekitar 2.4. fenol bersifat asam lemah bila dibanding
dengan asam karboksilat misal asam asetat (pKa = 4,74), namun
fenol lebih asam daripada sikloheksanol. karena pH fenol
lebih kecil dari pH asam asetat maka fenol lebih asam di banding asam asetat.
4
Eter secara umum lebih non polar dari pada alkohol. Temukan sekurang-kurangnya
tiga contoh eter yang lebih polar dari pada alkohol, kemukakan alasannya satu
persatu.
Jawab:
pertama Dietil Eter (Etoksi Etana)
biasanya
digunakan sebagai pelarut-pelarut senyawa organik. Selain itu dietil eter banya
digunakan sebagai zat arestesi (obat bius) di rumah sakit
kedua Etil Metil Eter
(Metoksi etana) Jika dibandingkan dengan senyawa alkohol, titik didih dan titik
leleh Etil Metil Eter lebih kecil. Ini terjadi karena antar molekul eter tidak
membentuk ikatan hidrogen. Sehingga Eter Metil Eter juga cenderung bersifat non
polar, sehingga kelarutannya dalam air sangat keci Eter lebih
polar daripada alkena, namun tidak sepolar alkohol, ester, ataupun amida. walau
demikian, keberadaan dua pasangan elektron menyendiri pada atom oksigen eter,
memungkinkan eter berikatan hidrogen dengan molekul air.Eter dapat dipisahkan
secara sempurna melalui destilasi.
Eter siklik seperti tetrahidrofuran dan 1,4-dioksana sangat larut dalam air karena atom oksigennya lebih terpapar ikatan hidrogen dibandingkan dengan eter-eter alifatik lainnya
Eter siklik seperti tetrahidrofuran dan 1,4-dioksana sangat larut dalam air karena atom oksigennya lebih terpapar ikatan hidrogen dibandingkan dengan eter-eter alifatik lainnya
ketiga MTBE
(Metil Tertier Burtir Eter)
senyawa eter ini untuk menaikan angka oktan bensin penggantikan kedudukan
TEL/TML, sehingga di hasilkan bensin yang ramah yang ramah lingkungan, sebab
tidak menghasilkan debu timbal(pb2+) seperti bila di gunakan TEL/TML.
Menaikan angka oktan pada bensin adalah satu upaya untuk meningkatan
kualitas bensin sendiri didefinisikan sebagai persentase isooktana dalam bahan
bakar rujukan yang memberiakan intensitas ketuan yang sama pada mesin uji.